Kumpulan Puisi

 

Selamat Jalan

Ramadhanku

(3)

Oleh : Lubna Shiba Agent

aku melepasmu pergi dengan kristal air

mangambang di pelupuk mata dan di sudut terdalam hatiku

sebait kekecewaan teruntai dalam pikiran dan gelombang hatiku

sudahkahku melayanimu dengan baik ?

 

kesempatan ini terlepas lagi

kunjuganmu tahun per tahun kepadaku

tak membuatku merubah porsi dan pelayananku

 

betapa bodohnya aku

betapa lugunya

setiap kali kau pergi selalu ada janji di hati tuk menyambutmu lebih baik di tahun depannya

namun itu tak pernah terjadi

selalu terlupa ditelan waktu dan godaan kefanaan

 

selamat jalan Ramadhanku

kali ini aku bertekad kuat dan teguh

tahun depan kau kan kusambut dengan penuh cinta dan kasih

itu pasti !

oooOooo

Selamat Jalan

Ramadhanku

(2)

Oleh : Lubna Shiba Agent


bahagianya bersamamu

merasakan detik-detik penuh kenikmatan dan penghambaan

 

roda bumi berputar cepat

menghentakkan lamunanku

dalam dekapan erat pelukanmu

menarik paksa memisahkan

engkau dan aku

 

tersungkur aku dan tergugu

begitu cepat waktu berlalu

mimpi-mimpi indah tak kan lagi menari dalam tidur lelapku

puisi cintamu tak kan lagi melambungkan asaku

aku terhempas tercampakkan

terkulai lemah dalam kepapaan

 

dalam kekosongan kucoba bangkit

dalam keropos tulangku kucoba berdiri kukuh

dalam kegamangan kucoba seimbangkan diri

pelan dan berbisik

selamat jalan Ramadhanku

kau kan tetap ada di relung hatiku

selamanya

oooOooo

Selamat Jalan

Ramadhanku

(1)

Oleh : Lubna Shiba Agent

ingin kudekap erat dirimu

agar tak segera berlalu dari hadapanku

namun apa dayaku

ketentuanmu kuat dan tidak bisa ditolerir

 

perputaran waktu tak bisa dihentikan

kenangan manis dan indah bersamamu

tak kan terefleksi dalam tindakan

tanpamu

 

ku kan merasa sepi yang panjang tanpa kau di sisi

riak gelombang kebersamaan terlukiskan

dalam prahara cinta dan persembahan

ingin kugantungkan lukisan itu

di setiap sudut hatiku

agar kemana pun aku melangkah

ku kan menatap

tuk menguatkan dan merealisasikan

tindakan

 

selamat jalan Ramadhanku

dekaplah bayangku dalam perjalanan

waktumu

agar bunga-bunga hari tidak berguguran

tanpa bunga maknamu

agar kecambah-kecambah hari tumbuh dan berkembang dengan mahkotamu

oooOooo

Akhirnya Kau Ada

Oleh :

Lubna Shiba Agent

dalam sujud ini

tertegun aku

sejenak konsentrasi pada penciuman

semerbak aroma mewangi

melintas di ujung cuping hidung

 

bangkitku dari sujud

aroma itu masih melekat mengikuti gerak hidungku

laksana campuran kapur barus dan minyak zaitun

sejuk dan segar

kuhirup panjang memupus keraguan

aroma itu tetap ada

diantara sujud dan bangkitku

di hadapan-Mu

 

lalu ….

getaran aura melingkupi diriku

bergerak lembut menyatu dengan gerakan alam semesta

memenuhi ruanganku

dan kurasakan

Kau ada di hadapanku

aku melihat-Mu

inikah yang dinamakan ihsan ?

 

puluhan tahun ku dalam pencarian dan tanya

menggapai angin dan melanglang buana kelelahan

menanti dalam ketakkhusyukan yang panjang

akhirnya Kau ada !

 

indahnya

bahagianya

merasakan getaran aura-Mu

sujudku tersenyum

dalam kenikmatan yang membahana dan terbang ke angkasa raya

inikah berkah Ramadhanku ?

memberi jawab dalam pencarian dan tanya ?

subhanallah walhamdulillah wa lailaha illallah allahu akbar !

oooOooo

Sebait Do’a

Oleh :

Lubna Shiba Agent

Allah, Engkau berkata

karena rahmat-Mulah

kami berlaku lemah lembut

dalam berdakwah

 

hari ini hamba

bersimpuh di hadapan-Mu

Rabbi, bantulah kami agar

selalu berlaku lemah lembut

dan mauizzah hasanah

dalam mengajak manusia kepada-Mu

amin …!

oooOooo

 

Reruntuhanku

Oleh :

Lubna Shiba Agent

ada sesuatu yang hilang

inginku raih kembali

langit mendung

hitam pekat

akankah segera turun

hujan deras

diserta guntur ?

begitu jugakah dengan aku ?

 

ada sesuatu yang hilang

inginku raih kembali

reruntuhan ini

puing-puing ini

akankah bersatu kembali ?

atau mampukah aku ?

 

aach…, aku ingin berteriak

kepada alamkah ?

atau kepada manusia ?

hei, siapa yang pedulikan aku ?

ataukah aku harus

meratap

mengemis dan memelas

kasih kepada orang

yang buta ?

aach…, inginku kuakkan

diri

menghancurkan reruntuhan ini

namun ….aach !

oooOooo

Denting Sekeping Hati

Oleh :

Lubna Shiba Agent

aku hanyalah seorang hamba

yang melanglang buana mencari arti

menjalani jejak-jejak langkah saudaraku

tetanggaku

guruku

dan siapa saja

yang menjejakkan langkahnya

pada jalan sukses

 

aku hanyalah seorang hamba

yang telah melalui jejak-jejak itu

meniti ke puncak karir

memiliki semuanya

kecantikan, kecerdasan dan kesuksesan

adakah lagi yang belum kumiliki ?

(nothing !)

 

aku hanyalah seorang hamba

sebuah denting berteriak lemah berbisik

jauh…. di relung hati

meneriakkan sesuatu

nadanya pelan lirih hampir tak terdengar

mengisyaratkan

tersentakku menyadari

ada sesuatu yang hilang

(what ?)

 

aku hanyalah seorang hamba

termenung dan mencari arti

(blank)

mencari

sesuatu yang hilang

(kering hampa)

tertatih ….menggapai

seberkas …sinar….Illahi Rabbi

(kesejukan kebahagiaan hakiki)

 

 

Wajahmu

Oleh :

Lubna Shiba Agent

wajahmu tersenyum manis

di depan wajahku

mengikuti terus kemana pun

dan apa pun yang kulakukan

 

aku tersenyum indah

meresapi dan menyelam di dalamnya

berenang kesana kemari

dan tertawa

menyibak kenangan indah bersamamu

sedetik

tapi biasnya tak berbilang waktu

aneh tapi terasa nyata

padahal kau tak ada di dekatku

 

aku tersenyum sendiri

mengatupkan kedua kelopak mataku

seakan ingin lebih memaknai

dan wajahmu masih belum mau pergi

seolah kau menggoda dan mengajukku

senyumku mengembang bahagia

 

tersentakku menyadari

aku sedang berada di depan penciptamu

tapi kau tetap tak mau menyisih

menggoda dengan senyum lembut dan jenakamu

kuenyahkan mesra dan penuh kasih

lemah berdesah

Allah, jagalah dia untukku

dan jagalah aku untuknya

lindungilah dia untukku

dan lindungilah aku untuknya

amin

 

oooOooo

Hatiku

Oleh :

Lubna Shiba Agent

tak ingin aku lalai

dari Sang Maha Agung

harusku mengenyahkanmu

dari bayang-bayang mengejar

yang menggoda

 

tertatih kutolak tubuh semumu

memalingkan wajahku

dengan pias merah dari tatapanmu

usahaku nihil

kau memutar menggantung di tatapanku

dan memaksa masuk ke celah hatiku

bersemayam mesra di dalamnya

bergerak lembut mengitari seluruh sudut hatiku

 

aku tahu

semakin kuingin menghindarimu

semakin kau menyelinap masuk

mengendap erat ke titik penting hatiku

aku tak berdaya

terserahmulah

dimana kau suka

ooOoo

Duh, TKW !

Oleh :

Lubna Shiba Agent

 

Tawaran gaji besar dan

menggiurkan melambungkan asa

dan menggelembungkan TKW

berduyun dan bergelombang

menuju Negara penggoda

 

tinggallah anak

tinggallah suami

tinggallah ayah ibu dan

saudara menunggu uang

kiriman tiap bulan

 

tak dinyana

tuan dan nyonya menembangkan

kidung sadis dan brutal

menarikan liukan tangan besi

ke sekujur tubuh

mengucurkan air panas

bak lenggak lenggok tarian

piring

 

mana janji indah dan

lembaran rupiah yang bertebaran ?

kini menjerit bisu dan terpuruk

kaku di pembaringan beku yang

lusuh

 

tak ada lembaran rupiah yang

dilayangkan ke keluarga

lenyap tergantikan lembaran

tebal mengisahkan penyiksaan

dan kematian

duh, TKW !

oooOooo

Sofa dan Marwah (I)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

 

Bunda menatap haru

anaknya menangis sedih

kehausan dan kelaparan

bekalan habis susu kering

meretas

 

sekeliling padang tandus

kering dan gersang

tak ada buah dan pepohonan

tak ada gemercik air dan sungai

suami telah pergi

meninggalkan mereka berdua

sedih dan pilu

di depan Sofa dan Marwah

 

oooOooo

Sofa dan Marwah (II)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

Inilah yang diperintahkan Tuhannya

sakit sekali

namun cinta tak pernah pupus

ridha dan pasrah

berlari resah

di kegersangan Sofa dan Marwah

mencari air buat sang buah hati

 

bolak balik berputar berlari

mengejar fatamorgana

menunjukkan asa dan usaha

bagi sang anak yang menangis

dan meronta

menghentakkan kaki

kesedihan

 

menangis bunda

meresah lelah

terjatuh payah

lunglai

Sofa dan Marwah tetap

tegar dan bisu

 

hati merintih mengiris

memandang terpana

pancaran air dari hentakkan

kaki sang anak

 

bunda bertahmid

Sofa dan Marwah bertasbih

alam sekitar bertasbih

mekar berbuah dan berbunga

manusia sunyi kini berjejal

berlari kecil antara Sofa dan Marwah

dari segala penjuru dunia

ooOoo

 

 

 

KPK vs Polri

Oleh :

Lubna Shiba Agent

 

perseteruan persengketaan berbuntut

buka-bukaan

jatuh menjatuhkan

persekongkolan dan

penangkapan

 

masyarakat elit bingung

rakyat jelata bengong

inilah polah tingkah

pejabat yang dielukan !

 

saling menelanjangi

unjuk gigi dan kesucian

mencengkeram kekuasaan

 

ha ha ha !

rakyat jelata tertawa

begitulah mereka

saling membuka kebobrokan

yang amis dan

kepongahan yang

angkuh

maka tunggulah

keambrukannya !

ooOoo

Maulid Nabi SAW (1)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

Kembali hari lahirmu

Kami temukan

Sejauh ini

Adakah yang membekas sanubari

dalam bilangan

Puluhan bahkan ribuan

Tahun ?

 

Kepongahan dan

kesombongan

Menjajakan

Kiprahmu

Sebatas getaran bibir

ooOoo

Maulid Nabi SAW (2)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

Menggemakan

Meneriakkan

Membanggakan

Dirimu

Tanpa jiwa

 

Jika tidak

Mengapa masih menjamur

Koruptor

Penipu

Pelanggar Sumpah ?

 

Jabatan dan nafsu

Menyingkirkan

Kharismamu

Melepaskan baju kemuliaan

Tenggelam dalam

Lumpur kehinaan

ooOoo

Maulid Nabi SAW (3)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

Kami menangis pilu

Tertatih menggapai

Meraih asa

Memanjat dinding beku

Menempel tekad

Janganlah ada kenistaan

Gaungmu masih menggema

ooOoo

Lomba (1)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

Awalnya

Semangat menggebu-gebu

Spirit melambung

Tinggi menembus

Awan

 

Berlari ceria

Menumpuk asa

Menyusun kerja
Senandung gempita

ooOoo

Lomba (2)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

Tangan mengacung

Melemparkan

Kerja-kerja

Berterbangan

Melompat

Tinggi, namun

akhirnya

Jatuh

Lunglai

Terkapar

Kalah !

ooOoo

Ada-Mu

Oleh :

Lubna Shiba Agent

Hatiku berdetak keras

kencang menggiring tanganku

menekan dada coba menenangkan

Ada-Mu,

ada-Mu,

ada-Mu di hadapanku memandang

lembut tersenyum menyahuti

getaran bibirku mendesah

mengagungkan-Mu

 

Airmataku basah di kelopak

mata sendu hati trenyuh

inikah Engkau ?

ada di hadapanku membutakan

naluri menghentikan pikiran

tertunduk aku sesenggukan

tak sanggup menatap-Mu.

ooOoo

Gas Oh Gas !

(1)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

 

Membusungkan dada pemerintah

membagikanmu pada rakyat

membanjiri rumah-rumah kumuh

nan sempit sumpek

 

mengepalkan tangan mengacungkan

semboyan,

inilah Gas untuk rakyatku !

 

apalah daya kehadiranmu menggantikan

yang terkikis musnah

dak ! dak ! dak !

engkau memberontak mengkomplain

tubuhmu yang dipoles kaleng murahan

bibirmu bak kompeng karet kedodoran

ususmu terurai selang plastik tipis

berongga udara bebas berlalu lalang bersentuhnan bergesekan berpencaran

dak ! dak ! dak !

meledak !

ooOoo

Gas Oh Gas !

(2)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

 

Siapakah yang harus disalahkan ?

anginkah yang berhembus

panas membara ?

ataukah kita yang tak mengenal

sifatnya yang liar dan merajalela

hingga kerangkeng tubuhnya

tak berbekal erotiknya ?

 

siapa yang disalahkan ?

manusia terkapar memberangus

jeritan menyesak di kerongkongan

air mata meleleh bisu menatap

kosong hampa kehidupan

inikah harga bagi hadiah yang

gratis ?

ooOoo

Gas Oh Gas !

(3)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

 

Siapa yang harus disalahkan ?

pemerintah menggelepar megap

bernafas

keteledoran kontrolkah atau sembarang

mengkemas hadiah ?

 

Letih lesu capek bertengkar !

ego diri dan kebenaran mengikis

nurani membekukan pikiran

menyempitkan celah keluasan

pemecahan

 

Siapa yang harus disalahkan ?

apakah nurani yang tak mengaku ?

ataukah kegotongroyongan yang

pudar terkikis ketidakpedulian ?

 

Siapa yang harus disalahkan ?

yang terkapar semakin bertumpuk

yang menggelepar sepi tak berkawan

manusia bingung mendengung

siapa yang harus disalahkan ?

ooOoo

Duka Wasior 2010

(1)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

Senin pagi pukul delapan

empat Oktober 2010

banjir bandang bertandang

ganas sombong menyisir

kasar kota Wasior

keindahan kesejukan keteduhan wasior

tak mampu melembutkan hati

sang bandang seakan beku

tak berperasaan menyeret tajam

kencang segala yang ada

ooOoo

Duka Wasior 2010

(2)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

Mencabik dan mengoyak kulit

tubuh manusia tak berdaya

tak berdosa berteriak pilu menyayat

menghancurkan meremukkan

menyapu keruh lumpur segala

membawa pergi tak tentu arah

tak bersisa dengan kesombongan

angkuh membabi buta

ooOoo

Duka Wasior 2010

(3)

Oleh :

Lubna Shiba Agent

Tak memilah pantas tidak

habis lenyap tanpa kasih

tanpa tanggungjawab

melengos pergi

ooO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: