Mimbar Islam

 

BENANG MERAH HIJRAH DAN IBU

Oleh :

Roswita Harahap*

Desember tahun 2009 ini, ada 2 (dua) peringatan hari besar yang membekas dan menggetarkan banyak orang, khususnya bagi para wanita. Meskipun begitu, para pria juga tidaklah membiarkan kedua hari bersejarah ini berlalu begitu saja. Mereka turut merayakan pula.

Perasaan membekas dan menggetarkan itu disebabkan jarak waktu antara kedua hari itu saling berdekatan, yaitu 1 Muharram – Tahun Baru Hijriah – jatuh pada tanggal 18 Desember 2009 dan Hari Ibu yang senantiasa pada posisi tetap setiap tahunnya jatuh pada tanggal 22 Desember 2009.

Dalam sejarah Islam, 1 Muharram merupakan awal mulanya hijrah. Hijrah dikenal sebagai nuqthah al-hijrah (titik peralihan), hijrah ma’nawiyyah (hijrah moralitas) dan hijrah makaaniyah (hijrah kedudukan) (lihat : Dr. Irwan Prayitno, Fiqh Ad-Da’wah, 2002, h. 147-148).

Dari ketiga makna hijrah ini, pada saat hijrah makaaniyah, seorang wanita muhajir mulia yang sedang mengandung, berjalan seorang diri menempuh padang pasir yang panas bagai menyala  dalam perjalanan dari Mekkah menuju ke Madinah. Wanita muda ini adalah Asma’ binti Abu Bakar r.a, putri sahabat  Rasulullah SAW. (lihat : Khalid Muh. Khalid, 60 Sahabat Rasulullah, Seri 6, 1994, h.69).

Panas dan jauhnya perjalanan, tidaklah mengendorkan semangat calon ibu ini. Seolah janin yang ada di dalam rahimnya, senantiasa memacu kekuatan fisiknya untuk terus melangkah. Hingga ketika sampailah dia di Qubah – suatu Dusun di luar Madinah – maka lahirlah jabang bayi ini dan tercatat sebagai bayi pertama di masa hijrah. Bayi laki-laki mungil itu diberi nama Abdullah bin Zubeir.

Dari sejarah di atas, begitulah gambaran seorang ibu. Apa pun rintangan dan penderitaan yang menghadang, wanita mulia -yang disebut ibu–  akan sanggup menjalaninya demi keselamatan anak yang dikandungnya. Dan kalau ditelusuri dari ketiga makna hijrah di atas, pada saat seorang calon ibu pertama kali mengandung, maka bisa dikatakan dia berada pada kondisi nuqthah al- hijrah – titik peralihan- dari seorang gadis menjadi seorang ibu.

Bukanlah hal mudah bagi perempuan, melalui masa-masa peralihan dari seorang anak dara menjadi seorang wanita yang siap melahirkan bayi. Kesiapan moril dan materil sangatlah dibutuhkan. Pertama, kesiapan menjalani masa mengandung 9 bulan. Kedua, kesiapan untuk siap terjaga di malam hari ketika anak menangis minta susu (atau hal lainnya), yang bersamaan dengan saat itu – ayah sang anak – tertidur pulas di sebelah dengan tidak mempedulikan tangisan sang anak. Ketiga, kesiapan menghentikan kegiatan makan ketika anak BAB. Dan sederet kesiapan mental lainnya yang bakal disusul oleh sejumlah kesiapan kebutuhan materil pendukung. Itulah nuqthah al-hijrah ibu.

Saat ini, kalaulah dibandingkan dengan wanita muhajir yang mulia Asma’ binti Abu Bakar r.a, tentulah kita para calon ibu masa kini tidaklah perlu bersusah payah lagi harus menempuh jarak sejauh Mekkah – Madinah, di bawah panas terik menyala dan di atas tanah berpasir panas,   untuk mempertahankan aqidahnya.  Maka,  inilah momentum peringatan Tahun Baru 1431 Hijrah bagi para wanita muslimah agar dapat memotivasi diri untuk membentuk dan membina putra-putrinya menjadi pahlawan-pahlawan yang mulia sekaliber Abdullah bin Zubeir, bahkan harus bisa lebih baik lagi karena pesatnya perkembangan zaman masa kini. Atau paling tidak, setaralah dengan seorang Abdullah bin Zubeir. Seorang pahlawan yang tekun beribadah. Pahlawan dalam pembebasan Afrika, Andalusia dan Konstantinopel. Pahlawan yang dengan keberanian dan kecerdasannya mampu menjatuhkan Raja Barbar. (lihat : Khalid Muh. Khalid, 60 Sahabat Rasulullah, Seri 6, 1994, h.72).

Inilah suatu harapan besar untuk para wanita mulia yang bernama ibu, mampu melihat benang merah peringatan Tahun Baru 1431 Hijriyah dengan Hari Ibu di penutup tahun 2009 ini. Sebuah harapan, lahirnya pahlawan-pahlawan cerdas dan berani yang sangatlah takut kepada Allah Sang Maha Pencipta. Sebuah harapan dan impian mulia, di tengah krisis kepahlawanan dan kepemimpinan bangsa ini !.

Wallahu’alam bishshowab !

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: