Karena aku bumi

Perutku mual, ‘eneg

mau muntah melihat pola tingkah

manusia

memijak-mijak diriku dengan

kesombongan dan kepongahan

tak sopan tak punya malu

berbuat maksiat di atas

tubuhku

menggunduli rambut

pepohonanku dengan

ketamakan dan membabi buta

menggali dan mengebor kedalaman

tubuhku penuh kerakusan

meraja lela puas

menggerayangi tiap lekuk

tubuhku

mencuri merampok mengakali

korupsi dengan cara apa pun

di depan mataku

titik kulminasi ketahananku

ambruk longsor sampai

ke titik dasar bahkan lebih

dalam

menimpa dan menimbun segala

yang ada

tak tertahankan lagi muntahlah

aku mengeluarkan seluruh isi

perutku

lahar panas

lumpur lapindo

kesakitanku tangisan

mataku berderai

sengit menggelombangkan

tsunami

geliat tubuhku menggetarkan

persada

beriak keras menyentakkan

gempa

kepanasan kehausan

tubuhku menggariskan retakan

pelataran

panjang tak berbatas

 

kekosongan dan kelaparan

lambungku menelan

menggigit dan meremukkan

ambacang dan apa saja

yang ada

 

inilah puncak kesabaranku

mengeluh dan mengadu

kepada Sang Pencipta

karena aku bumi

yang terzolimi !

 

oooOooo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: